10:56 AM

Letak Geografis Desa

by , in

Desa Tagungguh terletak sejauh 42,3 km dari kota Bangkalan dan 5 km dari Kecamatan Tanjung Bumi. Desa Tagungguh berada di kawasan pantai utara pulau Madura yang memiliki luas wilayah 497,273,65 Ha, dengan dibatasi oleh wilayah desa-desa lainnya yakni seperti Desa Tlangoh sebelah utara, Desa Dupok sebelah selatan, Desa Plangiran sebelah barat dan Desa Bandang Dajah sebelah timur. Penduduk Desa Tagungguh berjumlah 5.152 jiwa yang tersebar ke dalam 8 dusun, diantaranya yaitu:

No
DUSUN
KK
JIWA
RTM
L
P
Jumlah
KK
%RTM
1
Larangan
311
482
537
1.019
277
89
2
Tengginah
223
334
379
713
213
95
3
Larangan Barat
152
230
230
468
145
95
4
Pacenan
298
462
509
971
295
98
5
Sodin/Masjid
297
450
439
889
282
94
6
Guah
168
280
284
564
164
97
7
Rojing
60
107
100
207
59
98
8
Paceleng
80
149
172
321
78
97
JUMLAH
1.589
2.494
2.658
5.152
1.513
95%

10:02 AM

Sejarah Bujuk Le’kole’, Makam leluhur desa Tagungguh

by , in



Bujuk Le’Kole’ merupakan makam leluhur desa Tagungguh yang terletak didusun guweh (GOA) berada kurang lebih 420 kaki atau 142 meter dari permukaan laut. Awalnya bujuk le’kole’ belum diketahui pasti tempatnya sampai pada tahun 1972 seorang ibu yang bernama ibu Ikram mendapatkan mimpi bahwa beliau disuruh merawat makan tersebut oleh bujuk Bato Pote (batu putih) yang tidak jauh dari bujuk le’kole’. Didalam mimpi tersebut ibu ikram disuruh mengumpulkan hati ayam untuk diberiakan kepada orang yang membacakan do’a ke bujuk le’kole’. Bujuk le’kole’ terdapat dua makam suami istri yang bernama Rong Koccong (Suami) dan Rong Dukon (Istri) setiap tahunnya warga desa Tagungguh mengadakan peringatan kematian atau haul bujuk le’kole’ pada 24 bulan Rebba atau Sya’ban.
3:00 AM

Sosialisasi Zat Berbahaya Pada Makanan

by , in
Ditengah zaman yang semakin modern ini banyak makanan-makanan baru yang ditawarkan dan sangat menggiurkan. Sosial media pun ikut berperan dalam penyebaran informasi yang dibagikan oleh banyak kalangan mulai dari orang dewasa, remaja, sampai anak-anak. Video, foto dan curhatan netizen (masyarakat pengguna internet) yang pernah mereka kunjungi, mulai dari tempat-tempat wisata, tongkrongan dan makanan-makanan.

Perkembangan zaman pada saat ini juga mempengaruhi makanan, banyak sekali variasi-variasi makanan dari makanan berat maupun makanan ringan. Banyaknya variasi makanan tersebut dikarenakan produsen ingin memproduksi makanan-makanan yang berbeda untuk menarik konsumen sehingga banyak macam-macam makanan yang diperjual belikan. Untuk menarik minat konsumen terkadang produsen dalam membuat suatu makanan berbuat curang dengan memasukkan zat-zat berbahaya pada makanan yang dibuatnya.


Peserta KKN bersama pihak puskesmas dan ibu kepala desa Tagungguh kecamatan Tanjung berupaya untuk  memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat pada olahan-olahan makanan yang mengandung zat-zat makanan. Hal ini dilakukan karena dalam mengkonsumsi makanan masih banyak sekali yang tidak memikirkan atau tahu bahwa makanan yang mereka konsumsi mengandung zat-zat berbahaya. Sosialisasi dilaksanakan di balai desa Tagungguh .Kamis(14/1/2018)

2:52 AM

Kerajinan dari Kulit Jagung

by , in
Jagung merupakan salah satu tanaman yang paling banyak diproduksi di Madura. Desa Tagungguh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan adalah salah satu desa yang memiliki potensi tanaman Jagung yang melimpah. Masyarakat Desa Tagungguh menanam Jagung hampir dua kali tanam (Dua kali panen) per-tahunnya. Jagung yang telah dipanen, dikupas kulitnya lalu diperjual-belikan atau dapat diproduksi sendiri (nasi jagung, jagung rebus, marning, dll). Jagung yang telah dikupas dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh masyarakat Desa Tagungguh, akan tetapi kulit jagungnya akan dibuang atau hanya dimanfaatkan sebagai makanan hewan ternak.


Kelompok KKN 20 Universitas Trunojoyo Madura, mempunyai inovasi mengajak masyarakat desa tagungguh untuk memanfaatkan kulit jagung bukan hanya sekedar untuk makanan hewan ternak. Kulit jagung dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan yang berbentuk bunga, sehingga kulit jagung dapat lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual. Selain itu, membuat kerajinan dari kulit jagung dapat mengasah kekreatifan masyarakat desa tagungguh.  Hasil kerajinan dari kulit jagung, dapat dipergunakan sebagi hiasan rumah, meja makan, meja belajar, meja tamu, dan lain-lain.


Kulit jagung adalah limbah organic basah, jadi kulit jagung memiliki kandungan air yang tinggi. Langkah pemosresannya dengan system yang sederhana serta relative gampang, yakni dengan mengringkan dengan panas matahari. Setelah  kering lalu di warnai menggunakan pewarna textile (WANTEX) lalu dipotong sesuai pola dan bentuk yang diinginkan. Pembuatan kulit jagung menjadi kerajinan memanglah membutuhkan ketekunan tersendiri, hingga pada akhirnya menjadi sebuah karya yang bagus dan menarik.


2:40 AM

Pengolahan Kerupuk Singkong

by , in
Singkong adalah salah satu tanaman yang paling banyak diproduksi di Madura khususnya di Bangkalan. Desa Tagungguh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi tanaman singkong yang tergolong banyak. masyarakat  Desa Tagungguh  menanam singkong kurang lebih satu tahun sekali (satu kali panen) dalam per-tahunnya. Singkong yang telah dipanen dapat langsung diperjual-belikan di pasar atau dapat diproduksi sendiri seperti: keripik singkong, singkong rebus, kerupuk tenggeng dan lain sebagainya. Singkong yang telah dipanen dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya Desa Tagungguh, akan tetapi batang singkong pun dapat dimanfaatkan masyarakat untuk ditanam kembali. Begitu pula daun singkong mudah, bisa dimanfaatkan masyarakat untuk sayur urap-urap.


Mahasiswa KKN kelompok 20 Universitas Trunojoyo Madura, mempunyai ide untuk mengajak masyarakat khususnya desa tagungguh  untuk memanfaatkan hasil pertanian (singkong) dalam pengolahan kerupuk dari singkong. Masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil pembuatan kerupuk singkong karena dapat memiliki nilai jual, selain itu pembuatan kerupuk singkong dapat mengasah kekreatifan masyarakat desa tagungguh.


Hasil dari pembuatan kerupuk singkong ini dapat diperjual belikan ditoko, warung atau pasar. Karena proses pembuatan kerupuk singkong ini cukup mudah seperti halnya pembuatan kerupuk-kerupuk lainnya, yang bahan dasarnya menggunakan bahan dari singkong. Masyarakat dapat mengembangkan kerupuk-kerupuk dengan memberikan berbagai macam rasa selain original dan pedas.

12:24 AM

Visi dan Misi Desa Tagungguh

by , in
VISI DESA

Terwujudnya desa Tagungguh yang aman, sehat, cerdas, berdaya saing, berbudaya dan berakhlaq mulia

MISI DESA
  1. Mewujudkan keamanan dan ketertiban dilingkungan desa Tagungguh
  2. Meningkatkan kesehatan, kebersihan desa serta mengusahakan jaminan masyarakat melalui program pemerintah
  3. Mewujudkan dan meningkatkan serta meneruskan tata kelolah pemerintahan desa yang baik
  4. Meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat desa dan daya saing desa
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mewujudkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan program lain untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa serta meningkatkan produksi rumah tangga kecil
  6. Meningkatkan sarana dan prasana dari segi fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan di desa

12:30 PM

Yuk, Mari Mengenal Sejarah Desa Tagungguh

by , in

Desa Tagungguh terletak sejauh 42,3 km dari kota Bangkalan dan 5 km dari Kecamatan Tanjung Bumi. Desa Tagungguh berada di kawasan pantai utara pulau Madura yang memiliki luas wilayah 497,273,65 Ha, dengan dibatasi oleh wilayah desa-desa lainnya yakni seperti Desa Tlangoh sebelah utara, Desa Dupok sebelah selatan, Desa Plangiran sebelah barat dan Desa Bandang Dajah sebelah timur.

Pada jaman kerajaan dahulu.Sebelum nama desa Tagungguh. Ada seorang yang hidupnya sangat sederhana. Dari kesederhanaannya masyarakat sekitarnya tunduk dan patuh kepadanya, kesehariannya tokoh tersebut selalu bercocok tanam.Pada saat musim kemarau tanaman tersebut diserang oleh Hama, pada saat itu tokoh tersebut meminta pertolongan pada Allah SWT. Dengan pertolongan Allah SWT. Melalui mimpi supaya ditaburkan “ Tongguh “. Kemudian dari tanaman tersebut akhirnya berhasil. Pada saat itu juga masyarakat memberikan nama kepada tokoh tersebut dengan sebutan nama Pak. Tongguh.

Pada suatu hari pak Tongguh mengumpulkan masyarakat dan berwasiat jika nanti saya meninggal dunia saya dikuburkan di dusun TAK. Sepeninggal Pak Tongguh masyarakat sekitar memberikan nama Dusun Tagungguh. Pada jaman Belanda Dusun Tagungguh menjadi Desa Tagungguh dan pada saat itu juga Kepala Desa yang pertama dari keturunan Pak Tongguh. Sejak mulai terbentuknya Desa Tagungguh hingga saat ini, Desa Tagungguh sudah di pimpin oleh 6 pemerintah Desa dari masa-kemasa antara lain:

  1. H.DAHLAN  (36 th menjabat )
  2. H.MOCH MUNIR  ( 6 th menjabat )
  3. H.NAHRAWI ( 16 th menjabat )
  4. H.BEHRUDIN ( 32 th menjabat )
  5. MARHAYAT ( 18 th menjabat )
  6. HOTIBAH  ( 1 th berjalan dan dari istri marhayat)

Pembangunan yang dicapai selama kepemimpinan kepala desa sangat banyak perubahan mulai dari segi pelayanan sangat mendahulukan kepentingan masyarakatnya, segi keamanan sangat kondusif, sektor pertanian dan pihak pemerintah banyak memberikan bantuan sarana prasarana/ jalan dan penerangan.Pada tahun 2009 s/d 2019 desa Tagungguh menjadikan tahun keemasan karena salah satu putra Terbaik Desa telah terpilih menjadi anggota dewan Kabupaten Bangkalan

My Instagram