This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, August 3, 2016

produk dodol penuh inovasi , dodol dari tanaman jagung

Siapa yang tak kenal dengan dodol? Iya semua orang pasti mengenal dodol dan macam-macam dodol. Tapi berbeda sekali dengan dodol yang satu ini, di desa Tangguguh kecamatan Tanjumg Bumi kabupaten Bangkalan ini terdapat dodol jagung yang sangat enak, dan rasanyapun sanagt gurih. Tidak hanya untuk camilan saja tetapi jagung juga mempunyai banyak manfaat. Masyararakat di Desa Tangguguh umummnya petani tetapi mereka tidak berhenti di situ saja mereka juga membatik untuk pekerjaan sampingan dan membuat dodol jagung untuk mengisi waktu mereka. Dengan begitu mereka juga bisa memanfaatkan hasil dari jagung yang mereka tanam. Wow keren bukan? Yuk cobain dodol jangung ala desa Tanggungguh. ^_^
 

Monday, August 1, 2016

potensi desa tagungguh .

Tanjung Bumi merupakan kecamatan yang terletak di timur kota Bangkalan, desa Tagungguh merupakan salah satu bagian dari kecamatan Tanjung bumi dengan sumber daya alam yang melimpah, juga di dukung oleh masyarakat yang sangat religius.
Namun dari melimpahnya sumber daya alam di desa Tagungguh, masih banyak yang belum dimnfaatkan secara maksimal. Jika hal tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, maka itu akan berdampak baik pada segi ekonomi masyarakat desa Tagungguh tersebut, salah satu yang dapat dikembangkan adalah
Batik: Tanjung Bumi merupakan kecamatan penghasil batik tulis ternama di Indonesia, salah satunya adalah desa Tagungguh yang sebagian besar masyarakat wanitanya menjalani profesi pendesign batik, guna menamah penghasilan keluarga mereka.
Masyarakat desa Tagungguh, tidak menghasilkan batik secara utuh akan tetapi hanya sebatas mendesign polanya saja, yang nantinya akan di jual di jula kepada pemesan. Namun jika masyarakat desa Tagungguh dapat mengelola batik hingga jadi hal tersebut akan berdampak pada perekonomian masyarakat desa tersebut.


Jagung: selain dari batiknya yang sangat terkenal, kecamatan Tanjung Bumi terutama di desa Tagungguh juga memiliki banyak potensi dari sektor pertaniannya. Selain tanaman padi yang menjadi tanaman pokok di desa Tagungguh juga terdapat jagung yang banyak terdapat di desa Tagungguh. Jagung juga dapat di olah menjadi berbagai makanan olahan seperti, dodol jagung, susu jagung dan stik jagung.

gambaran umum desa tagungguh

Desa Tagungguh meruparakan salah satu desa di kecamatan tanjung bumi kabupaten bangkalan. Desa ini mempunyai delapan dusun yaitu antara lain
Larangan,
Larangan barat,
Tengginah,
Pacenan,
Paceleng,
Rojing,
Sodin,
Guwah.
Didesa tagungguh mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Keunggulan atau sektor utama pertanian didesa tagungguh ini adalah jagung dan singkong.hampir seluruh desa tagungguh masih asri dengan sekelilingnya masih nuansa perkebunan. Banyak pohon disepanjang jalan tagungguh.

Desa ini boisa dijadikan tempat pelarian penat dari hiruk pikuk kota meskipun hanya sekedar lewat didesa ini atau jalan-jalan saja. Dengan nuansa pedesaan yang sangat asri, didesa tagungguh ini menyisipkan keunukan tersendiri. Semisal saja didesa tagungguh tanah disini berbeda dengan tanah yang ada dijawa. Tanah disini berwarna merah, kemudian untuk sekat antar pekarangan masing-masing rumah warga sekitar adalah menggunakan tanaman bunga sepatu yang dijajar secara rapi berjejeran dan itu terlihat segar dan rindang dengan bunga-bunga yang bermekaran dari tanaman bunga sepatu ini. Selanjutnya yang juga menarik adalah pemakaman. Pemakan yang ada di desa tagungguh ini juga berbeda dari tempat yang lainnya yang hanya mempunyai satu tempat yang luas sebagai tempat pemakaman umum.

                                 
Akan tetapi disini pemakamannya ditaruh dipekarangan masing-masing dan itu merupakan tradisi menurut warga sekitar. Mereka memaparkan jika tidak mau jauh-jauh meskipun sudah meninggal.
Didesa tagungguh sendiri meskipun banyak bekerja merantau keluar dan dapat membangun rumah gedung yang cukup besar di desa ini, ada beberapa rumah warga yang masih bernuansa pedesaan madura yang menonjolkan rumah khas yakni tanean lanjeng.beralih dari keadaan yang ada didesa tagungguh, kembali pada mata pencaharian mereka yang hampir semuanya berprofesi sebagai petani jagung dan singkong, ada beberapa orang didesa tagungguh teritama ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai pekerjaan sampingan menjadui pembatik. Merak mempunyai keahlian yang seharusnya tidak bisa diremehkan. Hasil batikan dari warga sekitar sangat batik dan juga sebenarnya memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Akan tetapi kendala yang ada disini adalah mereka membatik kebayakan bukan dari kain atau modal sendiri, mereka kebanyakan membatik itu bekerja pada seseorang. Mereka hanya bertugas untuk membatik saja. Dan untuk proses selanjutnya seperti pencelupan dan pewarnaan dilakukan oleh sipengepul iti sendiri.



Dusun guweh  merupakan salah satu dusun di desa tagungguh, di ambil dari bahasa indonesia yang berarti gua . memiliki perjalanan yang menantang dan berjalur ala pegunungan.
Perjalanan ke dusun guweh oleh kelompok kkn 14 melalui 2 jalur. Jalur berangkat melalui pertigaan desa banyu sangkah terus ke utara dan melalui dusun rojing. Melewati jalur makadam sekitar 2 kilometer dengan kemiringan sekitar 50 derajat . dengan batas sebelah kiri persawahan dengan pemandangan menarik .
Jalur ke 2 yaitu melalui desa macajah terus ke selatan melewati dusun pacenan. Belok kiri sebelum praktek bidan di dusun sodin . anda akan dapat melihat tambang batu sebelah kanan dari dusun sodin dan melihat  sdn 4 tagungguh yang tidak terpakai.
Akses melalui jalur ke 2 lebih mudah dari jalur pertama karena jalur yang kita lewati sudah berupa aspal dibandingkan jalur pertama yang mayoritas masih makadam

olahan singkong penuh rasa

                                                   Didesa tagunguh sendiri selain memiliki pekerjaan sampingan menjadi pembatik, disisi lain dalam potensi pertaniannya yang salah satunya adalah singkong. Ada beberapa warga tagungguh yang memanfaatkan hasil panen singkong bukan hanya pada saat mentah saja, akan tetapi singkong hasil dari panen mereka banyak juga yang diolah terlebih dahulu setelah itu baru mereka jual. Warga desa tagungguh mengolah singkong ini dengan cara mereka memasrah singkong tersebut menjadi butiran kecil yang selanjutnya akan mereka jual ke pasar atau tetangga terdekat yang membutuhkannya. Hasil dari olahan singkong ini biasanya dijual ke pasar dengan harga yang sangat miring yakni dengan harga dua puluh ribu, pembeli bisa mendapatkan singkong parut yang sudah kering sebayak satu bak. Padahal disini tidak sebanding dengan berapa banyak singkong yang telah digunakan, dan tenaga yang dikelurakan untuk menjemur dan memasrah singkong yang mereka panen.
   
Singkong yang mereka gunakan adalah singkong hasil tanaman mereka sendiri di sawah selain jagung dan kacang yang mereka tanam secara bersamaan. Apabila parutan singkong yang mereka keringkan tersebut tidak laku dipasar, mereka memanfaatkan singkong kering tersebut untuk makan sehari hari yakni sebagai campuran dari nasi, kemudian dibuat jajan. Sebenarnya, hasil dari penjemuran singkong ini dapat menjadi nilai jual yang tinggi. Dikarenakan ketika mereka jual ke pasar, itu hanya dijual kepada perseorangan yang hanya menginginkan singkong kering tersebut sebagai campuran nasi atau jajan. Padahal menurut warga sendiri, singkong yang mereka jual bisa lebih mahal jika sudah digiling dan dijadikan sebagai tepung yang pada nantinya akan memiliki nilai jual yang lebih mahal di pasaran. untuk penjualan singkong kering ini tidak pada pengepul. Padahal apabila ada sistem pengepul , singkong dari warga tagungguh bisa dipasok ke pabrik-pabrik untuk dijadikan sebagai tepung yang lebih banyak mempunyai kegunaan di pasaran.