Gambaran Umum Desa Tagungguh

Desa Tagungguh meruparakan salah satu desa di kecamatan tanjung bumi kabupaten bangkalan. Desa ini mempunyai delapan dusun yaitu antara lain
Larangan,
Larangan barat,
Tengginah,
Pacenan,
Paceleng,
Rojing,
Sodin,
Guwah.
Didesa tagungguh mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Keunggulan atau sektor utama pertanian didesa tagungguh ini adalah jagung dan singkong.hampir seluruh desa tagungguh masih asri dengan sekelilingnya masih nuansa perkebunan. Banyak pohon disepanjang jalan tagungguh.

Desa ini boisa dijadikan tempat pelarian penat dari hiruk pikuk kota meskipun hanya sekedar lewat didesa ini atau jalan-jalan saja. Dengan nuansa pedesaan yang sangat asri, didesa tagungguh ini menyisipkan keunukan tersendiri. Semisal saja didesa tagungguh tanah disini berbeda dengan tanah yang ada dijawa. Tanah disini berwarna merah, kemudian untuk sekat antar pekarangan masing-masing rumah warga sekitar adalah menggunakan tanaman bunga sepatu yang dijajar secara rapi berjejeran dan itu terlihat segar dan rindang dengan bunga-bunga yang bermekaran dari tanaman bunga sepatu ini. Selanjutnya yang juga menarik adalah pemakaman. Pemakan yang ada di desa tagungguh ini juga berbeda dari tempat yang lainnya yang hanya mempunyai satu tempat yang luas sebagai tempat pemakaman umum.

                               
Akan tetapi disini pemakamannya ditaruh dipekarangan masing-masing dan itu merupakan tradisi menurut warga sekitar. Mereka memaparkan jika tidak mau jauh-jauh meskipun sudah meninggal.
Didesa tagungguh sendiri meskipun banyak bekerja merantau keluar dan dapat membangun rumah gedung yang cukup besar di desa ini, ada beberapa rumah warga yang masih bernuansa pedesaan madura yang menonjolkan rumah khas yakni tanean lanjeng.beralih dari keadaan yang ada didesa tagungguh, kembali pada mata pencaharian mereka yang hampir semuanya berprofesi sebagai petani jagung dan singkong, ada beberapa orang didesa tagungguh teritama ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai pekerjaan sampingan menjadui pembatik. Merak mempunyai keahlian yang seharusnya tidak bisa diremehkan. Hasil batikan dari warga sekitar sangat batik dan juga sebenarnya memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Akan tetapi kendala yang ada disini adalah mereka membatik kebayakan bukan dari kain atau modal sendiri, mereka kebanyakan membatik itu bekerja pada seseorang. Mereka hanya bertugas untuk membatik saja. Dan untuk proses selanjutnya seperti pencelupan dan pewarnaan dilakukan oleh sipengepul iti sendiri.

No comments:

Post a Comment

My Instagram