Kerajinan dari Kulit Jagung

Jagung merupakan salah satu tanaman yang paling banyak diproduksi di Madura. Desa Tagungguh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan adalah salah satu desa yang memiliki potensi tanaman Jagung yang melimpah. Masyarakat Desa Tagungguh menanam Jagung hampir dua kali tanam (Dua kali panen) per-tahunnya. Jagung yang telah dipanen, dikupas kulitnya lalu diperjual-belikan atau dapat diproduksi sendiri (nasi jagung, jagung rebus, marning, dll). Jagung yang telah dikupas dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh masyarakat Desa Tagungguh, akan tetapi kulit jagungnya akan dibuang atau hanya dimanfaatkan sebagai makanan hewan ternak.


Kelompok KKN 20 Universitas Trunojoyo Madura, mempunyai inovasi mengajak masyarakat desa tagungguh untuk memanfaatkan kulit jagung bukan hanya sekedar untuk makanan hewan ternak. Kulit jagung dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan yang berbentuk bunga, sehingga kulit jagung dapat lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual. Selain itu, membuat kerajinan dari kulit jagung dapat mengasah kekreatifan masyarakat desa tagungguh.  Hasil kerajinan dari kulit jagung, dapat dipergunakan sebagi hiasan rumah, meja makan, meja belajar, meja tamu, dan lain-lain.


Kulit jagung adalah limbah organic basah, jadi kulit jagung memiliki kandungan air yang tinggi. Langkah pemosresannya dengan system yang sederhana serta relative gampang, yakni dengan mengringkan dengan panas matahari. Setelah  kering lalu di warnai menggunakan pewarna textile (WANTEX) lalu dipotong sesuai pola dan bentuk yang diinginkan. Pembuatan kulit jagung menjadi kerajinan memanglah membutuhkan ketekunan tersendiri, hingga pada akhirnya menjadi sebuah karya yang bagus dan menarik.


No comments:

Post a Comment

My Instagram