malam inagurasi KKN 99 UTM


Mengusung Tema Kesenian, Malam Inagurasi dan Perpisahan KKN 99 UTM Sukses Menghibur Masyarakat

24 April 2019 merupakan puncak kegiatan dari serangkaian program kerja Kuliah Kerja Nyata kelompok 99 Universitas Trunojoyo Madura (KKN 99 UTM). Bertepatan pada hari rabu (malam kamis) acara malam inagurasi dan perpisahan KKN 99 UTM dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan tema “Pesona Tagungguh, Pentas Sejuta Kreasi”. Tema ini terinspirasi dari desa Tagungguh yang menjadi tempat pengabdian KKN 99 UTM yang memiliki banyak pesona. Mulai dari rumah adat tanian lanjheng yang masih dilestarikan sebagai adat orang Madura, potensi wisata yang kompeten seperti salah satunya wisata religi bhuju’ lek kolek yang berlokasi di dusun Guweh desa Tagungguh, dari segi ekonomi penambangan pasir juga menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat desa Tagungguh, dan budaya belajar mengaji bersama setelah sholat maghrib di musholla sebagai representasi dari kebiasaan turun temurun adat ketimuran yang mencerminkan nilai-nilai religius masih ada dan terus dilestarikan di desa ini. Sebuah pentas dengan dekorasi dominan berwarna pink, dikonsep sedemikian rupa teras balai desa yang sederhana disulap menjadi sebuah pentas megah yang nantinya akan dimeriahkan dengan serangkaian penampilan bertajub kesenian.
Malam inagurasi dan perpisahan KKN 99 UTM ini dimeriahkan oleh Photo Madureh sebagai salah satu kesenian yang mengkombinasikan antara musik tradisional madura dan lagu-lagu madura serta sholawat, dan pada part tertentu diiringi oleh penari latar dengan kostum sakera untuk laki-laki dan marlena untuk perempuan. Tidak hanya itu, dalam acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari anak-anak desa tagungguh, yakni tarian tradisional dengan judul lagu Ngapote dan empat tarian bertajub musik islami, serta fashion show dari putra-putri terbaik desa Tagungguh. Tak hanya itu, dari KKN 99 UTM juga mempersembahkan sebuah tarian tradisional Madura yang berjudul Ghelleng Ro’om.
Di pertengahan acara, ada pemutaran video berdurasi 30 menit yang menampilkan serangkaian kegitan yang telah dilakukan KKN 99 UTM selama berada di desa Tagungguh, dan momen tersebut spontan membuat para pengunjung bernostalgia dengan serangkaian kegiatan termasuk lomba-lomba yang diadakan untuk ibu-ibu dan anak-anak.
Diakhir acara ada pembagian hadiah untuk pemenang lomba, 8 doorprize dan satu kuis yang kesemuanya di support oleh kepala desa Tagungguh. Sehingga malam inagurasi KKN 99 UTM menciptakan kesan medalam terhadap masyarakat, mulai dari konsep kesenian yang diusung, hingga penampilan-penampilan, pemutaran video profil dan diakhiri dengan pemberian hadiah sekaligus doorprize untuk para pengunjung yang beruntung. Rentetan acara yang tidak membosankan, dekorasi yang unik dengan dominan warna pink dan dresscode panitia yang mengkombinasikan antara pink dan abu-abu menjadi keunikan tersendiri. KKN 99 UTM datang untuk mengabdi sehingga malam inagurasi dan perpisahan dikonsep meriah. Oleh sebab itu acara yang di pandu oleh dua orang mc (master of ceremony) tersebut bersifat semi formal disesuaikan dengan situasi dan keadaan desa. Acara ini menuai banyak pujian khususnya dari kalangan anak-anak dan ibu-ibu yang begitu menyukai seni dan menjadi saksi bahwa KKN 99 UTM pernah mengabdi di desa ini, desa Tagungguh.
 

No comments:

Post a Comment

My Instagram